Sunday, March 24, 2019

Demi Anak dan Istri, ku Rela Kelilingi Malam

  Ismail Naharuddin       Sunday, March 24, 2019

Ketika rembulan menyapa sembari melintangkan sayapnya yang bercahaya, saat itulah romansa keluarga seakan menggambarkan kehidupan di surga. Ruang keluarga menjadi saksi bisu canda tawa ayah, ibu beserta anak – anak seolah iri menyaksikan pemandangan itu.

Namun tatkala cumbuan bahagia sebuah keluarga bersemi di saat malam hari, seorang kepala keluarga bernama Daeng Lewa’ harus turun menjajakan jualannya ke rumah – rumah. Padahal, kita ketahui bahwa malam hari adalah waktu yang tepat untuk beristirahat bagi para pekerja.

Setiap pukul tujuh malam disertai do’a dari sang isteri, ayah dari empat orang anak ini sudah siap dengan jualan kacang rebus, gogos dan telurnya. Ia tetap semangat menekuni pekerjaan yang telah ia jalani selama 32 tahun tersebut.

“Saya tiap malam keluar jam tujuh. Pulangnya nanti jam 12.” Ungkapnya saat saya berkesempatan berbincang dengan beliau di Jl. Boulevard, Makassar.

Setiap hari, sang isteri yang setia memberikan semangat kepadanya dengan penuh rasa cinta tak pernah malas menyiapkan jualan. Menurut Daeng Lewa’, gogos yang ia jual ialah gogos hasil buatan isterinya.

“Isteri saya di rumah membantu menyiapkan jualan dan membuat gogos.” Ujarnya.

Dalam menekuni pekerjaan sebagai pedagang kacang, Daeng Lewa’ tidak pernah mengeluh. Semua perjuangan yang ia lakukan bergelut dengan dinginnya malam adalah sebagai bukti kasih sayangnya kepada keluarga tercinta.

Namun, bukan perjuangan namanya apabila tidak dibumbui dengan tantangan. Rasa letih akibat energy yang dikeluarkan untuk menjalankan gerobak terkadang tidak seimbang dengan hasil penjualan.

“Tantangannya adalah kita harus menyiapkan energy sekuat – kuatnya untuk mendorong gerobak sampai ke banyak tempat. Dan sebisa mungkin kita untuk mengupayakan bagaimana supaya jualannya laku.” Tangkasnya.

Dari cerita Daeng Lewa di atas, saya teringat akan makna sebuah kerja keras. Sebuah perjuangan yang menjadi pembuktian cinta seorang kepala keluarga demi senyuman mereka yang selalu mendampingi. Semoga Allah selalu memberikan keberkahan di setiap langkah orang-orang yang berikhtiar. Aamiin!

logoblog

Thanks for reading Demi Anak dan Istri, ku Rela Kelilingi Malam

Previous
« Prev Post

No comments: