Monday, November 18, 2019

Analisis Latar Belakang Aksi Terorisme di Indonesia

  Ismail Naharuddin       Monday, November 18, 2019

Pancasila lahir dengan semangat juang para intelektual dengan segala sumbangsih akan gagasan yang amat berharga. Salah satunya ialah Ir. Soekarno atau biasa disapa Bung Karno. Kepandaian dan kewibawaan yang dimilikinya membuat dia disenangi oleh berbagai rekan seperjuangannya. Gagasannya dalam merumuskan dasar negara menjadi kesepakatan bersama rakyat Indonesia sebagai bentuk pengharapan masyarakat terhadap eksistensi Pancasila sebagai dasar negara.


Namun, adalah tugas besar dalam mempertahankan keutuhan dan konsistensi falsafah ini. Berbagai polemic yang dialami Negara Kesatuan Republik Indonesia yang datang baik dari luar maupun dari dalam harus dilalui dengan keringat bahkan darah yang dikorbankan oleh para pejuang kemerdekaan. Agresi Militer Belanda yang menghujani tanah air dan berbagai pemberontakan oleh sebagian oknum masyarakat berhasil menciptakan kegaduhan dan porak-poranda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Aksi terorisme yang baru-baru ini terjadi juga merupakan bentuk perlawanan terhadap Pancasila. Tentu tindakan ini didasar oleh motif-motif tertentu yang pada dasarnya berujjung kepada persoalan pemahaman untuk mengubah tatanan nilai-nilai kenegaraan. Padahal seperti yang kita ketahui bahwa Pancasila adalah keputusan final atas pemikiran bangsa Indonesia.


Namun, sedikit mencoba menelaah apa yang sedang menjadi gejala dalam masyarakat saat ini, bukankah paham radikalisme yang merupakan bibit dari ancaman negara juga mempunyai factor yang melatarbelakanginya? Sebagai contoh dalam permainan sepak bola, ketika salah seorang pemain tidak menampilkan permainan yang maksimal, maka seorang pelatih akan menginstruksikan penggantian pemain. Mungkin senada dengan fenomena yang terjadi saat ini, beberapa di antaranya mempertanyakan eksistensi Pancasila sebagai representasi atas ideology negara. Lantas, apa yang menyebabkan munculnya keraguan terhadap Pancasila?


Pada masa orde lama, kita mengenal Partai Komunis Indonesia yang berhasil masuk ke dalam pemerintahan yang dipimpin oleh Bung Karno. Saat itu berbenturan dengan krisis ekonomi yang dialami oleh Indonesia. Pendekatan yang dilancarkan PKI kemudian menuai hasil yang positif berkat kampanye yang dilakukan dengan tujuan merangkul petani dan buruh. Selain itu, janji-jani dalam kampanye pemilu yang dilakukan PKI saat itu juga berhasil menarik perhatian masyarakat khususnya nelayan, pengusaha kecil, tokoh agama dll.


PKI hadir seolah menjadi penyelamat bagi masyarakat kecil. Di tengah kegalutan pikiran mengenai kondisi bangsa yang amat krisis, kesempatan PKI dalam membangun citra dan merangkul pendukung terbuka lebar. Dari gambaran tersebut maka kita dapat menyimpulkan bahwa keadaan atau kondisi yang dialami dapat mengundang sebuah ide yang mana kita berasumsi bahwa ide tersebut merupakan jalan keluar dari permasalahan yang ada. Artinya adalah, jangan sampai Pancasila yang lahir sebagai ideology bangsa menjadi keraguan dalam benak masyarakat atas berbagai persoalan yang timbul dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.


Melihat berbagai permasalahan yang dihadapi oleh bangsa baik dalam bidang ekonomi, politik, pendidikan dan kemasyarakatan cukup untuk membuat sebuah pertanyaan apakah hal seperti ini dapat berpengaruh terhadap lahirnya sebuah paham yang disebut radikalisme? Sebut saja Revisi Undang-Undang KPK yang menuai aksi perlawanan beberapa waktu lalu, kerusuhan yang sempat terjadi di Wamena, dan kondisi ekonomi negara yang belum stabil. Belum lagi, pelaksanaan demokrasi baru-baru ini yang menghadirkan ujaran kebencian satu sama lain dan berita-berita yang bertujuan menjatuhkan pihak lain rasanya bisa menjadi asbab dalam gagasan radikalisme.


Menyikapi masalah tersebut, maka tanggung jawab kita sebagai bangsa Indonesia adalah kembali kepada pengamalan Pancasila sebagai dasar negara. Hilangkan semua bentuk perlakuan yang dapat mencoreng citra Pancasila yang kita junjung tinggi, rangkul semua ragam perbedaan sehingga membentuk integrasi bangsa yang kokoh dan terapkan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat. Karena Pancasila adalah pemahaman yang tidak bersalah lagi menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Permusyawaratan dan Keadilan.


Perhatian pemerintah terhadap kemiskinan, diskriminatif, dan kesenjangan social idealnya adalah sebuah harapan dari seluruh warga negara yang disuarakan melalui pesta demokrasi yang belum lama ini kita lalui. Kesengsaraan yang melanda rakyat pribumi pada masa kolonialisme menjadi latar belakang kemerdekaan Indonesia sehingga lahirlah tujuan kita bersama. Sebuah cita-cita yang tertuang ke dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yakni memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan turut berperan dalam ketertiban dunia yang berasaskan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social.


Maka dari itu, marilah kita bersama-sama meneruskan apa yang telah digariskan oleh para pendahulu, dan senantiasa mempelajari, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam penyelenggaraan berbangsa dan bernegara demi mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh elemen masyarakat dari sabang sampai merauke.


Baca: Pancasila Untuk Semua, Adakah?

logoblog

Thanks for reading Analisis Latar Belakang Aksi Terorisme di Indonesia

Previous
« Prev Post

No comments: