Wednesday, August 12, 2020

Aplikasi Pembaca Layar Untuk Tunanetra Dan Pemanfaatannya Dalam Konteks Kebijakan

  Ismail Naharuddin       Wednesday, August 12, 2020

Aplikasi Job Access with Speech atau yang biasa disingkat dengan JAWS, merupakan hasil karya seorang tunanetra pada tahun 1989. Ia mengalami ketunanetraan akibat kecelakaan saat mengendarai motor. Namanya Ted Henter. Pada saat itu, ia merilis sebuah program yang dapat melakukan keluaran suara dari teks pada komputer yang saat itu masih menggunakan sistem MS DOS. Tujuannya adalah memudahkan aktivitasnya dalam mengoperasikan komputer.

Namun, untuk mendapatkan satu aplikasi ini kita mesti membeli sebuah lisensi yang mana biayanya mencapai hingga jutaan rupiah. Dari situlah, pada tahun 2006 seorang bernama Michael Curran mulai merancang sebuah aplikasi pembaca layar berbasis Python yang bernama Non Visual Desktop Access atau biasa disingkat NVDA.

Aplikasi open source ini bisa dijalankan pada komputer yang saat itu sudah berbasis Graphic User Interface (GUI). Salah satunya ialah sistem operasi Microsoft Windows 2000. dengan kemampuan mengonversikan teks menjadi output suara baik pada perintah dasar dan akses ke halaman web.

Hingga kini, kedua aplikasi pembaca layar yang sekarang menjadi rekomendasi utama tersebut telah mengalami berbagai perkembangan. Di antaranya ialah kemampuan mendeteksi jenis font pada halaman kerja dokumen, web, membedakan teks bertautan, mendeteksi grafik, dll. Keluaran suara yang awalnya hanya bisa didengarkan menggunakan bahasa Inggris, kini mampu ditambahkan menggunakan perangkat tambahan yang tersedia di masing-masing halaman web pengembang.

Penggunaan aplikasi ini telah dilakukan pada beberapa kegiatan baik pemerintahan maupun perseorangan di Indonesia. Misalnya saat penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer tahun lalu yang dilaksanakan oleh LTMPT sebagai tahapan seleksi Perguruan Tinggi Negeri, Jambore IT Training yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo pada tahun 2016 dan 2017, serta tahun ini akan kembali diaplikasikan dalam penyelenggaraan tes kompetensi peserta seleksi CPNS 2020.

Penerapan tersebut merupakan upaya penyaluran hak akses bagi seluruh elemen masyarakat terhadap program pemerintah. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, masih dibutuhkan komunikasi yang lebih antara pengguna pembaca layar dan pemangku kebijakan. Hal ini dimaksudkan agar tercapainya kesesuaian antara kebutuhan pengguna dengan layanan yang disediakan. Misalnya masalah teknis salah satunya mesin suara yang secara umum digunakan oleh pengguna pembaca layar di wilayah tertentu.

Perlu juga diperhatikan bahwa dalam penggunaannya, aplikasi ini belum dapat menerjemahkan gambar secara efektif. Sehingga beberapa aktivitas daring salah satunya verifikasi CAPTCHA belum mampu menjangkau pengguna pembaca layar. Terkecuali fitur Re-CAPTCHA yang dikembangkan oleh Google yang mampu merekam jejak dari aktivitas verifikasi pengguna sehingga verifikasi CAPTCHA hanya dapat dilakukan sekali. Untuk selanjutnya pengguna hanya perlu mencentang pernyataan "Saya bukan Robot" yang ada pada kolom Re-CAPTCHA.

Memperhatikan beberapa halaman web baik pemerintah maupun personal, seringkali saya pribadi masih merasa kesulitan. Di antaranya tatkala menelusuri konten utama pada halaman tersebut, berlaga dengan iklan munculan, terhentinya program pembaca layar seketika akibat proses pemuatan halaman yang lumayan berat, dan akses ke fitur CAPTCHA. Salah satu pula yang menjadi halangan dari beberapa teman tatkala mendaftarkan akun pada halaman seleksi penerimaan CPNS Tahun 2020, yakni kesulitan akses pada verifikasi via CAPTCHA saat proses registrasi.

Kami sangat berharap agar pembenahan, pengembangan, serta sosialisasi kepada berbagai pihak terkait teknologi yang memudahkan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan. Sehingga, dialog terkait pemenuhan hak akses kepada pengguna pembaca layar khususnya di bidang pendidikan, pelatihan, dan ketenagakerjaan dapat terpenuhi.

logoblog

Thanks for reading Aplikasi Pembaca Layar Untuk Tunanetra Dan Pemanfaatannya Dalam Konteks Kebijakan

Previous
« Prev Post

No comments: