Tuesday, November 10, 2020

Emmy Saelan, Pahlawan Perempuan Berdarah Luwu

  Ismail Naharuddin       Tuesday, November 10, 2020

Bagi masyarakat kota Makassar, tentu sudah familiar dengan tokoh bersejarah yang satu ini. Seorang pahlawan perempuan berdarah Luwu Tepatnya, ia berasal dari Desa Malangke, Luwu, Sulawesi Selatan. Lahir pada tanggal 15 Oktober 1924 dan gugur saat melawan pasukan Belanda di Kasi-Kasi, dekat kota Makassar pada 23 Januari 1947. Dia tidak lain dan tidak bukan adalah Emmy Saelan. Putri sulung dari seorang tokoh pergerakan Taman Siswa sekaligus penasihat Organisasi Pemuda di Makassar yang bernama Amin Saelan.


Di bawah ini kita akan mengupas secara singkat kisah perjuangan Emmy Saelan dalam mempertahankan kemerdekaan di Kota Makassar. Simak uraian berikut!


Awal Kegerahan Belanda


Perjuangan Emmy Saelan dikisahkan pada saat kedatangan Kapten Wasterling ke SMP Nasional di Makassar. Hal ini disebabkan oleh aksi para pelajar SMP Nasional Makassar yang tergolong dalam Laskar Harimau Indonesia. Mereka menembak dan melempari granat rumah para petinggi - pembesar Belanda. Laskar Perjuangan ini dikepalai oleh Robert Wolter Monginsidi dan beranggotakan Emmy Saelan beserta sang adik Maulwi Saelan. Maulwi Saelan merupakan pengawal pribadi Bung Karno dan Mantan penjaga gawang Timnas Indonesia di Olimpiade Tahun 1956.


Perlawanan Emmy Saelan dan Pasukannya


Saat itu pada tanggal 23 Januari 1947. Aksi gerilya para pasukan Laskar Harimau Indonesia dimulai. 40 orang pasukan di bawah pimpinan perempuan Luwu ini kemudian terlibat pertempuran di kampung Kassi-Kassi. Pertempuran ini dikoordinasikan oleh Walter Monginsidi sendiri yang berada di kampung Tidung. Namun kemudian, Monginsidi menginstruksikan kepada para pasukan Emmy untuk mundur dikarenakan gencarnya serangan musuh.


Dengan sisa kekuatan, Emmy pun hendak untuk mengikuti perintah Monginsidi. Namun, keadaan yang sangat miris! Banyak orang terluka yang mesti dibawa olehnya. Kemudian serangan yang bertubi - tubi pun datang dari pihak musuh membuat seluruh pasukan Emmy tewas tertembak.


Belanda pun mengisyaratkan agar Emmy menyerah. Namun ia tak peduli dengan perintah Belanda itu. Dengan sisa kekuatan yang ada, Emmy melemparkan granat ke tengah - tengah pasukan Belanda. Beberapa pasukan Belanda pun terbunuh. Namun, Emmy yang terkena ledakan bom akhirnya harus tewas bersama pasukannya. Emmy yang mengenakan pakaian pria dengan celana panjang itu akhirnya dikenali oleh Belanda sebagai perempuan yang selama ini mereka incar - incar. Serdadu KNIL pun bersorak gembira melihat sosok Emmy terkapar tak berdaya.


Sangat terpukul mendengar kabar tewasnya Emmy Saelan, Walter Monginsidi pun menginstruksikan serangan balasan. Namun, atas pencerahan dan nasihat dari kawan seperjuangan, Monginsidi mengurungkan niatnya didasari pertimbangan kondisi yang tidak memungkinkan.


Pihak keluarga yang mendengar kabar duka tersebut turut merasa kehilangan. Mereka masih sempat mengenali jenazah Emmy Saelan dari konde dan giginya. Baju dan celana yang digunakannya pun sudah lusuh tercabik saat bergerilya. Sang ayah, Amin Saelan turut mendoakan putri sulungnya.


Mengenang Emmy Saelan


Karena kegigihan dan keberaniannya melawan musuh, Emmy kemudian diberi gelar Pahlawan Nasional. Seorang perempuan yang rela mengorbankan hidupnya demi kemerdekaan Indonesia. Kisahnya sangat patut diapresiasi dan dijadikan teladan.


Selain itu, usia yang masih terbilang cukup muda membuat penulis kagum dengan sosok bermental baja ini. Di usianya yang ke 22 tahun sudah mampu memimpin pasukan untuk berperang. Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh Emmy Saelan adalah mahir memainkan sandi perang.


Kini namanya dikenang dalam satu jalan di kota Makassar. Jalan Emmy Saelan. Di jalan inilah juga terdapat Monumen yang dibuat untuk mengenang pahlawan Kartini Makassar ini. Nama monumen tersebut adalah Monumen Emmy Saelan.


Itulah sejarah singkat perjuangan Emmy Saelan. Seorang Pahlawan Nasional yang di usia mudanya sudah turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari jejak yang diukir oleh perempuan berdarah Luwu ini. Selamat Hari Pahlawan! Tetap Jaya dan Semangat Berkarya...!!


Sumber:

https://www.wikipedia.org

logoblog

Thanks for reading Emmy Saelan, Pahlawan Perempuan Berdarah Luwu

Previous
« Prev Post

No comments: