Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Aktivitas Berbasis Daring

Penulis: Sujono said

Sebenarnya, jika kita merunut kembali ke belakang, tapi ati-ati yo kalau ke belakang! Soalnya banyak lubang, hehehe... Kita secara tidak langsung telah melakukan banyak sekali aktivitas berbasis dalam jaringan(DARING). Disadari atau tidak, diterima atau tidak. Misal, dulu kita sering melakukan kirim-kirim surat lewat sarana konvensional seperti burung, atau pak pos. Yang oleh anak muda tempo dulu sebut "Sahabat Pena".

Gambar Hub dan Switch

Lewat Sahabat Pena, yang tujuannya hanya sahabatan doang lewat pena, eh berujung cintah dan nikah, hingga menyampaikan berita penting. Mulai dari kabar bahagia, kabar keluarga yang sakit hingga kabar duka sekalipun. Kesemuanya itu, dilakukan melalui surat dengan bantuan jasa burung atau jasa pak pos dan orang-orang baik yang bersedia membantu memperlancar apa yang menjadi hajat kita.

Hingga akhirnya, muncullah alat komunikasi yang diberi nama "Telephone". Yang penemunya adalah Alexander graham bell. Dengan pesawat telephon, kita dapat berbicara langsung dengan keluarga atau kolega dari rumah untuk hal-hal perlu sebelum eksekusi di lapangan. Komunikasi yang dilakukan dengan lawan bicara kita yang berada sewilayah dengan kita disebut dengan telephone local. Sedangkan keluarga yang berada di daerah yang jauh dari wilaya kita disebut dengan telephone interlocal.

Kehadiran telephone, sedikit lebih efektif dalam melakukan komunikasi. Lantaran terjadi percakapan2 arah yang bersifat responsive. Namun, tidak sertamerta mempermudah aktivitas seperti sekarang ini. Karena, mengingat kebutuhan saat itu dan kondisi saat itu belum seperti tingkat kebutuhan saat ini. Meskipun, yang punya pesawat telephone sangat dapat di hitung jari, namun sangat membantu masyarakat secara meluas.

Misal, penulis adalah seseorang yang tinggal di pedesaan. Secara kebetulan, ada saudara penulis yang bekerja di Singapoor, dan di kota. Maka penulis memberikan nomor telephone kawan tersebut kepada saudara penulis di singapoor. Nah! Ketika saudara penulis yang tinggal di singapoor ingin mengobrol dengan penulis, entah karena kangen ataukah ada hal serius yang ingin dibahas, maka penulis cukup memberi nomor telephone rumah kawan penulis. Setelah itu, mereka membuat janji terkait hari dan jam berapa penulis boleh tersambung dengan saudaranya.

Setelah itu, barulah kawan yang baik ini menyurati penulis ke desa yang suratnya dapat diantar oleh supir mobil, atau orang yang secara kebetulan lewat depan rumah kawan baik ini tapi akan kembali ke kampung yang tak lain dan tak bukan merupakan tempat penulis tinggal dan menetap. Nah! Itu kaitannya dengan aktivitas yang hanya mengcover hal yang sifatnya interaktif. Baik bersifat formal maupun informal.

Walau kala itu, fasilitas tak secanggih sekarang, berdasar dari pelbagai buku yang berkisah tentang masa lalu seperti "Di Bawah Lindungan Ka’bah", "Tenggelamnya Kapal Fanderwic", dan "Kasih Tak Sampai" yang membahas kisah cinta antara Sitti nurbaya dan Samsul bahri. Belum lagi, buku-buku tentang kerajaan yang ditulis oleh Pramunia anantatur, dan Kuntowijoyo. Semua menggambarkan bahwa hubungan antar masyarakat mulai dari skala domestic( dalam negeri) maupun internasional termasuk perniagaan tetap berjalan secara efektif dan efisien tanpa adanya halangan yang berarti bagi mereka.

Apa yang penulis tadi sampaikan, semua hanya semacam ilustrasi saja untuk kaum milenial utamanya mereka yang lahir tahun 90han. Agar tahu bagaimana kehidupan masa pra dan pasca kemerdekaan, yang mana aktivitas local, domestic, dan internasional tetap berjalan dengan sempurna. Mulai dari menjemput jodoh lewat udara, perniagaan lewat udara, hingga komunikasi antar petinggi dan tokoh penting tetap terjalin secara baik. Entah mereka secara personal, maupun mereka atas nama lembaga naungan mereka.

Jadi, penulis ingin menekankan bahwa aktivitas berbasis daring(dalam jaringan) ini bukanlah barang baru bagi kita. Tadi, kita lebih banyak berbicara tentang surat dan telephone saja. Namun, barang temuan Markonah, eh MarCony ini juga lebih memudahkan kita dalam menyampaikan dan mengakses informasi. Anda mungkin pendengar RRI Makasssar di masa lalu sering mendengar berita keluarga, seperti berita duka, panggilan dan pemberitahuan. Belum lagi, panggilan dari lembaga yang diudarakan melalui radio yang disebut dengan "Radio Gram". Seperti contoh berikut, “Radio gram ditujukan kepada saudara Josua deng tawang, harap menghadap ke Pengadilan Agama Makassar hari Rabu, Tanggal sekian jam sekian. Mohon kepada keluarga, atau masyarakat di wilayah yang bersangkutan untuk menyampaikan isi radio gram tersebut pada yang bersangkutan, atas perhatiannya terima kasih”. Itu baru fitur untuk masyarakat yang sifatnya besar. Belum yang sifatnya kecil. Ada salah satu jenis radio yang dikenal dengan "Radio Panggil" atau "HT" (Handy tallki), ini juga lebih memudahkan masyarakat.

Dalam hal apa? Dalam hal mengakses informasi yang harus diketahui dan direspon saat itu juga. Contoh, ketika ada keluarga yang berpulang ke rahmatullah, ke rumah bapa, atau ke haribaan Tuhan. Tentu, ada keluarga besarnya di lain kecamatan, juga punya rekan sejawat di kecamatan lain. Maka, handy talki sangat berperan membantu menyampaikan informasi penting ini kepada keluarga dan kolega yang berpulang ini. Belum lagi, ketika dilakukan koordinasi antar petugas, atau koordinasi antar pejabat juga sedikit mempermudah mereka untuk melakukan koordinasi dan fast respons.

Tahun 90-an, utamanya tahun 1995, kita telah mendengar istilah "Elektronik Mail" (e-Mail). Elektronik Mail adalah surat yang cara kerjanya sudah melalui elektronik dengan menggunakan computer dan menggunakan fasilitas internet atau "Inter Connective network". Hanya dengan satu ketukan jari, entah dengan menekan "Enter" atau klick "OK" dengan sekali goyangan mouse, sebuah alat di computer yang berbentuk seperti tikus, maka informasi akan lebih cepat sampai. Bukan hanya di dalam negeri, bahkan di luar negeri sekalipun akan sampai seketika itu juga. Dengan keberadaan email, maka aktivitas yang bersifat administrative seperti mengirim surat, laporan, dan perkembangan terkini kepada atasan atau lembaga partner pun sudah mulai banyak yang menggunakan fasilitas ini. Dengan elektronik mail, sudah mulai bermunculan fitur ruang bincang yang disingkat dengan "MILIS" (Mailing List). Yang dengannya, diskusi firtual dan terjadwal pun mulai dilakukan. Walaupun, Milis ini baru penulis dengar di pertengahan tahun 2000-an.

Tahun 2005, penulis sudah sering mendengar program "sekolah menulis jarak jauh" atau PJJ yang langsung digawangi oleh Asma nadia bersama penulis handal dan andalan kala itu. Pada tahun 2010-an, di kalangan tunanetra juga sudah mulai muncul sebuah "bengkel sastra" yang juga berbasis ruang bincang. Telephon, juga akhirnya mengalami perkembangan cara kerja. Kita pada tahun 2000han sudah mulai mendengar apa yang disebut "teleconverence", yaitu seseorang yang memimpin rapat secara firtual lantaran tak memungkinkan untuk hadir di lokasi. Entah karena alasan keamanan, ataupun alasan efisiensi biaya, waktu, dan sebagainya. Hanya saja, pada saat itu, teleconverence lebih pada TV yang disambungkan ke satelit untuk menghubungkan antara pimpinan rapat di lain lokasi dengan perusahaan penyelenggara rapat berikut audience yang hadir. Namun, seiring berjalannya waktu, maka fasilitas teleconverence pun mengalami perkembangan.

Apa yang menjadi perkembangan pada fasilitas teleconverence? Yaitu hadirnya fasilitas teleconverence yang berbasis aplikasi. Yakni sebuah software yang di install pada perangkat kerja seperti PC (personal computer) dan komputerjinjing atau labtop. Tapi mesin tik enggak ya, hehehe... Sejak itulah, kita sering mendengar pertemuan yang digelar melalui "Skype". Ya! Aplikasi yang di install pada perangkat kerja sebagaimana dijelaskan diatas yang kemudian untuk visual disambung melalui LCD proyektor (Liquit crystal device). Sedangkan untuk audio dari lawan bicara dapat disambung dengan speaker. Agar suara dapat didengar oleh pihak lawan, dan wajah pun demikian, maka fasilitas Skype inipun dilengkapi dengan fasilitas kamera. Sedangkan untuk audio, kita dapat menggunakan microphone yang disambung pada sound car yang ada pada personal computer atau labtop kita. Tapi, kalau untuk labtop kadang punya mike bawaan.

Pertemuan yang bersifat firtual pada masa sebelum pandemy covid 19, itu sering dilakukan oleh seorang CEO (Chif eksekutif ovicer) atau direktur utama yang juga merupakan owner atau pemilik plus fownder atau pendiri sebuah perusahaan bersama staff. Lantaran yang bersangkutan sedang berlibur dengan keluarga di kapal pesiar, namun tetap ingin menjalankan roda kepemimpinan di perusahaan yang dipimpinnya.

Sehingga, dilakukanlah pertemuan melalui video converence, atau ada hal yang sifatnya urgen atau penting bahkan emergensi (darurat), maka merekapun menggunakan fasilitas ini untuk melakukan pertemuan. Aktivitas berbasis daring, tidak melulu terbatas pada rapat, interaksi seperti sahabat pena, dan administrasi kantor. Melainkan ada juga aktivitas lain yang dilakukan baik transaksi jual beli, maupun transaksi secara perbankan.

Bahkan, dengan hadirnya telephone pintar yang dikenal dengan smart phone, bahkan kita dapat melakukan requesting terhadap layanan jasa dan produk apapun secara firtual yang dilanjutkan dengan pengantaran barang sampai ke rumah. Pembayaran dapat dilakukan dengan transaksi perbankan, atau secara tatap muka ( Cash On delivery).

Sejak tahun 2016, sejak populasi pengguna ponsel pintar meroket, aplikasi perpesanan punya om Mark zokerberk yaitu Whatsapp juga mempunyai fitur pengiriman dokumen. Walau kita tak harus se lokasi pun dapat dilakukan dengan mudahnya, hal serupa sebelumnya, juga telah ada pada fitur lampirkan files pada elektronik mail atau email. Sehingga, dokumen atau berkas dari computer jinjing yang masih berbentuk softcopy boleh kita kirim sampai ke luar rumah. Semua itu, sangatlah memudahkan kita.

Sebagai manusia, secanggih apapun teknologi berikut cara kerjanya, at the other time, kita juga harus melakukan kegiatan secara fisik. Kedua, peran manusia, tak akan dapat tergantikan oleh robot, karena betapapun robot hanyalah beberapa komponen yang dirakit menjadi satu untuk melakukan kerja-kerja manusia yang digerakkan oleh manusia.

Ketiga, kehadiran teknologi dengan segala perkembangannya, sebenarnya hanya untuk mengefisienkan waktu manusia agar tidak terjadi kerja2 kali bahkan kerja berkali-kali untuk sebuah urusan. Misal, dalam kegiatan administrasi kita missal cukup mengirim dokumen dalam bentuk soft copy untuk lembaga yang membutuhkan kelengkapan persyaratan untuk suatu urusan missal, barula di sana melakukan pencetakan.

Jadi, penulis ingin mengatakan bahwa pandemy yang terjadi saat ini adalah jawaban atas angan-angan sebahagian orang yang mengatakan bahwa bagai mana jika sekiranya kita cukup duduk saja di rumah enggak usah ngapain dan seterusnya? Ternyata, tuhan menurunkan pandemy ini sebagai jawaban dari andai-andai mereka.

Yang terjadi adalah, begitu banyak pembatasan demi pembatasan yang terjadi, dan akhirnya banyak hal yang dirasa tidak enak. Sehingga, banyak aktivitas yang full berbasis daring seperti sekolah, daring. Meting, daring. Training, daring. Bahkan, sekarang juga pernah ada pemakaman yang dilakukan secara daring. Artinya, mereka yang tidak sempat mengantar atau karena segalanya harus dibatasi maka ada yang mengantar jenazah ke pemakaman dan pengantin pria ke rumah pengantin wanita untuk akad nikah pun dilakukan harus betul-betul secara ful dalam jaringan(daring).

Karena pembatasan kegiatan yang harus dilakukan diluar rumah diganti dengan kegiatan dari rumah berbasis daring, tentu memiliki dampak negative. Apa dampak negatifnya, terjadi pembohongan di mana-mana. Ada sebuah keluarga yang selama ini kita ketahui sangat menjunjung tinggi 4 norma, mulai dari adat, susila, hukum, dan agama. Ketika anaknya mengikuti kuliah secara daring, si anak hanya menggunakan baju putih tapi bawaannya menggunakan celana pendek bukan celana panjang warna hitam.

Alasannya, karena yang bersangkutan tidak akan terlihat oleh kamera. Dan orang tuanya menceritakan kelakuan anaknya ini dengan rasa bangga. Padahal, tanpa sadar si orang tua penjunjung 4 norma ini akan terseret masuk neraka akibat ulah anaknya. Karena, pembiaran yang ia lakukan sendiri. Dalam kondisi ini, harusnya suasana kantor sedapat mungkin dibawa ke dalam rumah, karena dengan begitu kita tetap produktif. ***

Foto Sujono Said

Sekilas Tentang Penulis

Nama sujono said. Tempat tanggal lahir Selayar, 21 Februari 1987. Lebih senang dipanggil kak jono sejak mahasiswa sampai kakek-kakek. Hobi menulis, membaca, ngopi dan karaokean.

Post a Comment for "Aktivitas Berbasis Daring"