Saturday, August 15, 2020

Meningkatkan Sumber Daya Manusia Demi Kemajuan Bangsa

  Ismail Naharuddin       Saturday, August 15, 2020

Sumber Daya Manusia menjadi satu modal yang amat menentukan bagi kemajuan bangsa. Saya rasa kita semua sudah memahami bahwa kecerdasan baik hardskill dan softskill inilah yang mampu memberikan kontribusi untuk menuju ke arah transformasi kehidupan yang memberikan nilai lebih baik kepada bangsa, kelompok masyarakat tertentu maupun terhadap individu itu sendiri.

Kita sering mendengar, betapa suara sobat mahasiswa yang memperjuangkan hak atas pendidikan bagi masyarakat, aspirasi sobat yang termarjinalkan tersurat dalam catatan perjuangan mereka membuktikan sebuah gejala yang amat ironi dalam sistem pendidikan pada sebuah tatanan yang menjadi harapan dan sandaran kita untuk mencapai kebahagiaan.

Oleh karenanya masyarakat kemudian membentuk perserikatan sebagai wadah aspirasi yang sebenarnya merupakan tupoksi dari birokrasi itu sendiri. Seorang filosof berpendapat bahwa negara yang ideal adalah negara yang mampu memfasilitasi rakyatnya untuk mencapai kebahagiaan.

Namun, apakah seyogianya masyarakat hanya bisa berpangku tangan terhadap puisi indah kawanan berdasi dalam birokrasi? Saya rasa tidak.

Now we can hand the world, guys! Teknologi sangat bersahabat bagi keterbukaan informasi. Sehingga suatu keharusan bagi kita untuk menjadi subjek terhadap jaringan global sebagai sarana aspirasi, aktualisasi, dan edukasi.

Saya masih ingat saat seseorang harus memasukkan koin pada telepon umum di beberapa jalan di Makassar untuk bisa berkomunikasi jarak jauh. Ada kesenangan tersendiri tatkala mendengarkan suara kerabat dan keluarga hanya melalui piranti yang kita genggam saat itu. Namun pemandangan itu nampaknya sudah lama sekali luput dari realita digitalisasi sebagai gerbang revolusi industri 4.0. Akses informasi kini lebih realtime, terbuka dan mewarga.

Sampai hari ini, wacana soal isu Bonus Demografi masih mewarnai ekonomi khususnya di Indonesia. Akan ada pekerjaan manusia yang digantikan oleh mesin. Misalnya saja saat kondangan kata orang tua dulu orkestra menjadi pilihan hiburan kebahagiaan pelaminan. Namun yang kita jumpai sekarang hanyalah musik electone yang dimainkan hanya satu orang.

Perlunya minat belajar dan kreatifitas sebagai penyelamat dalam membangun karir masa depan. Inilah dua yang semestinya menjadi objek perhatian termasuk dalam dunia pergerakan.

Menumbuhkan semangat belajar, meningkatkan kualitas kemampuan teknis, konseptual dan manajerial, serta berdialog dengan segala bentuk inovasi sebagai bentuk kebebasan berpendapat sudah sepantasnya diterapkan dalam kelompok masyarakat tak terkecuali ormas disabilitas.

Kita punya senjata bernama media. Dalam teori Agenda Setting menyatakan bahwa media mempunyai otoritas terhadap penyaluran informasi dengan tujuan membangun opini publik. Di sisi lain, Media Cultivation Theory menyatakan bahwa semakin intensnya sajian informasi pada media akan membawa khalayak kepada anggapan bahwa sajian media sesuai dengan fakta.

Sebagai kesimpulan, minat belajar dan kreatifitas menjadi dua hal yang perlu diperhatikan sebagai upaya membongkar stikmatisasi akibat salah persepsi yang kemudian mendiskriminasi sebagian masyarakat. Seseorang harus mengasah potensi dalam dirinya dan organisasi hadir dalam upaya memediasi hal itu. Organisasi di sini tidaklah hanya terbatas kepada ormas, LSM, Yayasan, dll. Namun, adalah organisasi yang memiliki esensi sebagai harapan rakyat dalam mencapai kebahagiaan dan ketenangan yang tak lain dan tak bukan ialah Negara.

Maka dengan itu, peranan partisipatif dalam mewujudkan pendidikan inklusif, yakni pendidikan yang welcome terhadap segala macam perbedaan dalam masyarakat, mengembangkan Sumber Daya Manusia dan mengasah kreatifitas menjadi tanggunan semua warga negara yang merupakan suatu upaya dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan cita-cita yang amat mulia bagi bangsa Indonesia.

logoblog

Thanks for reading Meningkatkan Sumber Daya Manusia Demi Kemajuan Bangsa

Previous
« Prev Post

No comments: