Tuesday, August 11, 2020

Rintangan Seorang Blogger Dalam Berekspresi Melalui Konten Kreatif

  Ismail Naharuddin       Tuesday, August 11, 2020

Pada kali ini, saya akan sedikit bercerita tentang rintangan seorang blogger dalam berekspresi melalui konten kreatif. Sedikit banyaknya yang saya ketahui dan alami tentang dunia blogging, semoga bisa menjadi pemicu gairahmu dalam berkreasi di mana saja. Karena kita tahu bahwa dunia aksara mempunyai banyak wadah untuk menuangkan kreatifitas. Mulai dari blog, sosial media, media mainstream, buku, youtube, dll.


Mungkin saya tidak akan mendetailkan secara langsung ini itu atau menjelaskan satu persatu dari poin-poin seperti layaknya beberapa tulisan saya sebelumnya tentang tutorial dan semacamnya. (Baca: Cara Tunanetra Menginstall Komputer) Tapi, saya lebih akan bercerita tentang pengalaman saat pertama blogging hingga saya mengetahui jawaban dari pertanyaan "Kenapa saya harus menulis?".


Memulai blogging di sekitar tahun 2009-an, tepat saat saya menduduki kelas 1 SMP. Saat itu untuk pertama kalinya saya berselancar di dunia internet melalui perangkat komputer. Saya mengenal Facebook sebagai wadah dalam menuangkan "kenarsizan", hehehe... Secara bersamaan, saya juga mengenal Google sebagai mesin pencari dan platform email. Saya pun dengan segudang keingintahuan mulai menelusuri banyak hal. Mulai dari film kartun kesukaan saya, komik, game, bahkan artis idola yang waktu ini nama "The Virg*n" lagi naik daun :D


Saya pun mengunjungi berbagai situs formal dan nonformal. Pada akhirnya saya menemukan beberapa situs yang ternyata bisa dikelola oleh secara pribadi. Ada yang berjudul "Aldi's Blog", "Shanty's Home", dan semacamnyalah. Pada akhirnya saya penasaran bagaimana yah bisa punya situs sendiri seperti itu. Dan mulailah saya dengan keisengan segudang mencari langkah-langkah membuat blog. Dan akhirnya lahirlah blog pertama saya yang sudah saya hapus sebagian besar konten alay dan copas yang memenuhi postingan saya waktu itu, hehehe... Silahkan kunjungi Naruto Borong


Memulai Blog Dengan Konten Copas


Mulanya saya membuat blog dengan motif mencari pembaca sebanyak-banyaknya. Maka gencarlah saya dalam mengutip berbagai artikel-artikel berita baik tentang olahraga, artis, dan teknologi dari berbagai sumber seperti Yahoo!News, KapanLagi.com, TribunTimur, dll. Eits, jangan langsung nge-judge dulu! Copas iya, tapi tentu dengan keterangan sumbernya dari mana dong :D


Tentu saya tidak merekomendasikan hal ini kepada kamu yah :D Namanya juga masih iseng. Tapi, tambah ke sana saya pun mulai merasa harus membagikan sesuatu yang asli pemikiran saya. Maka mulailah saya yang kebetulan waktu itu tertarik dalam dunia Komputer dan Web Design mencoba membuat artikel sendiri tentang cara download aplikasi, cara membasmi virus komputer, cara membuat blog, cara mengatur layout, membuat banner-button, textarea, dll. Buktinya, silahkan kunjungi Kumpulan Artikel Menarik. Di sana ada satu label khusus yang terdiri dari tulisan saya sendiri tentang tutorial komputer dan blog.


Memulai Dengan Hal-Hal Yang Diketahui


Nah, inilah sebenarnya hal pertama yang mesti diperhatikan oleh seorang blogger. Apa sih yang kamu punya? Hal apa yang bisa kamu transfer ke pembaca? Pengetahuankah? Idekah? Tutorial dan semacamnya. Cobalah sedikit demi sedikit dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh kamu dan pembaca. Tidak usah bertele-tele dan menggunakan istilah yang waw. Yang penting pembacamu bisa mendapatkan jawaban dari tulisanmu.


Tentunya, jika kamuingin punya banyak hal untuk dibagikan, sering-seringlah membaca dan mempelajari banyak hal juga. Di beberapa kondisi kamu perlu mencoba berekspreimen. Di zaman 2011-an, saya banyak menemukan blog yang berisi pernak-pernik dan berbagai hiasan seperti slide, iklan, ucapan selamat datang dll. Saya pun mulai mencoba mendesain blog saya waktu itu dengan tampilan yang menurut saya oke-oke amat.


Eksperimen saya juga ambil referensi dari blog lain. Karena sudah terlanjur banyak menemukan code-code yang membingungkan, akhirnya saya membuat satu dokumen khusus yang berisi catatan penting tentang HTML. Sungguh momen yang sangat seru bagi anak rumahan, hehehe...


Motivasi Blogging


Di tahap ini, saya kemudian mulai mengikuti berbagai pembahasan terkait penghasilan online, teknis SEO, dan marketing. Saya perlahan mengenal model afiliasi, reseller dan dropshipper. Saya pun mendaftar ke salah satu bisnis online dan sedikit demi sedikit mensosialisasikannya di blog saya. Yah, walaupun mungkin hasilnya belum memuaskan bahkan tidak ada hasil sama sekali.


Sama halnya dengan afiliasi, tidak ada satu pun pembaca yang melirik pajangan produk yang saya pasang di widget. Kebanyakan dari mereka hanya membaca artikel tutorial dan artikel-artikel unik yang saya buat. Saya pun akhirnya menarik sebuah kesimpulan. Bahwa, walaupun di tengah dukungan teknologi yang memudahkan proses pemasaran dan jangkauan promosi, tapi ketekunan dan perencanaan yang matang tidak bisa serta merta disepelehkan.


Sebagai seorang blogger, kamu tentu punya orientasi masing-masing. Ada yang sekadar menuangkan gagasan, ada yang ingin pengunjungnya ramai, ada pula yang berorientasi penghasilan dari aktivitas blogging. Menurut saya ketiga hal tersebut adalah hal yang lumrah Dan lagi hal itu juga bisa menjadi sebuah proses dialektika intrapersonalnya kamu. (Eits, apaan tuh? wkwkwk...)


Maksud saya adalah, ketiga orientasi dalam dunia blogging tersebut bisa saja menjadi proses dari perkembangan pemikiranmu terkait aktivitas blogmu. Ilustrasinya misalkan kamu yang awalnya ngiseng membuat blog, perlahan membuat tulisan dari pengalaman sehari-hari. Kemudian berkembang menjadi tulisan yang mempunyai value untuk para pembaca, sehingga kamu perlu untuk menarik visitors sebanyak mungkin untuk membaca tulisanmu. Lantas, kamu berpikir "kenapa tidak saya mendapatkan penghasilan dari blog saya". (Baca: Cara Daftar Adsense Untuk Mendapatkan Penghasilan Dari Blog)


Sekali lagi saya katakan, tidak ada salahnya mendapatkan penghasilan dari blog. And please, jangan hubung-hubungkan antara idealis dan realis! Saya tidak mengarah ke situ.


Perlunya Ketekunan dan Kemampuan Manajemen Yang Baik


Sekali lagi, apapun tujuan kamu membuat blog, kamu harus punya ketekunan. Kalau kita mau berbicara teori, Hendry Fayol telah menjelaskan 5 fungsi manajemen yakni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, koordinasi dan pengendalian. Artinya saya tidak merekomendasikan kamu untuk menelaah dan mereview teori tersebut, hehehe... Maksud saya, blog yang terarah dan dikelola dengan baik akan mendapatkan hasil yang baik pula. Jika kamu telah merasa perlu untuk benar-benar membangun blog dan mendapatkan value dari sana, maka mulailah membuat perencanaan yang matang. Gunakan analisis terhadap konten apa yang bisa kamu buat dan kira-kira mempunyai peminat bahkan tingkat kompetitornya seberapa banyak.


Hal ini berdasarkan pengalaman saya saat mengelola blog saya yang ketiga. Silahkan kunjungi Ismail Naharuddin. Saat itu tepat ketika saya menempuh pendidikan di kelas 1 SMK. Saya mulai menyadari betapa pentingnya orisinilitas konten. Makanya di blog saya itu semua artikel saya buat dengan bahasa dan gagasan sendiri.


Saya yang sebelumnya terlanjur tertarik dengan dunia digital marketing, pun saat itu berani membuat satu toko online yang menjual peripheral komputer dan komputer rakitan. Promosinya pun masih terpampang jelas di widget blog saya Ismail Naharuddin. Itulah, saya memanfaatkan blog yang sebelumnya saya kelola dan mempunyai visitor yang lumayan untuk memasarkan produk saya. Tapi, seperti kata pakar bisnis, bahwa bisnis tidak selalu berjalan mulus. Dan pun toko online saya hanya bisa mendatangkan calon pelanggan, bukan pelanggan, hehehe...


Setelah menemui banyak kegagalan dalam bisnis online dan dikarenakan kondisi kesehatan saya yang menurun, akhirnya selama beberapa tahun pun saya vakum dari dunia pembloggeran. Saya kemudian belajar banyak hal yang berbeda dengan cara yang berbeda pula. Saya jadi punya pembahasan yang lebih beragam yang belum pernah terpikirkan untuk dituangkan dalam tulisan.


Hingga akhirnya saya tiba di titik terendah di mana secara spontan saya merasa tidak mempunyai nilai apa-apa kepada orang sekeliling saya. Tidak! Bukan saat saya pertama kali menyandang tunanetra. Tapi justru beberapa tahun setelah saya melanjutkan pendidikan bersama kawan-kawan di bangku perkuliahan. Keresahan tersebut berhasil memicu pemikiran kritis saya terhadap aksiologi pribadi saya. Untungnya, salah seorang kawan berhasil memberikan gambaran yang serupa dengan kesenangan yang pernah saya lalui tahun-tahun sebelumnya. Yakni menjadi blogger dan membagikan gagasan dan pengalaman baik kepada diri sendiri dan pembaca.


Maka tepat pada awal tahun 2019, saya kembali terjun ke dunia blogging dan kembali membuat berbagai tulisan. Namun, setelah beberapa waktu kemudian saya tertarik untuk kembali bereksperimen. Maka lahirlah saat itu www.coretandifabel.com yang pada mulanya rancangan tampilannya saya buat sendiri menggunakan HTML dan CSS yang kemudian dikombinasikan dengan programming PHP. Self domain dan hosting juga saya terapkan dan sedikit menggelontorkan biaya juga, hehehe... Saya juga mencoba membuat konsep desain logo sendiri dan menggunakan desainer pihak ketiga untuk merealisasikannya. Alhasil, blog saya bisa berkembang dengan konten yang orisinil dan berkat adopsi gaya penulisan jurnalistik akhirnya bisa menarik perhatian pembaca yang bersumber dari sosial media dan aktivitas blogwalking.


Saat itu bahkan saya telah lolos verifikasi Google Adsense dan baru percaya bahwa dari aktivitas blog bisa mendapatkan keuntungan menjadi seorang publisher iklan. Tapi, dikarenakan proses desain web dikerjakan oleh saya sendiri, alhasil saya baru mengetahui bahwa tampilan yang saya rancang kurang responsive setelah salah satu pengunjung mengomentari sebuah artikel yang saya buat. Dan berkat itu, saya jadi berpikir untuk fokus dan konsentrasi terhadap konten pada blog saya. Untuk urusan desain, database dan settingan saya serahkan pada pihak ketiga. Maka hijrahlah saya ke CMS Wordpress namun tanpa Adsense karena hambatan saat saya mencoba instalasi Adsense di Wordpress.


Rintangan Terbesar Blogger Adalah Kejenuhan dan Kemalasan


Mungkin karena faktor padatnya aktivitas perkuliahan dan organisasi sehingga lagi-lagi saya harus kehilangan wadah menulis yang saya bangun susah payah. Karena kelamaan tidak terurus jadinya saya lupa harus membayar hosting bulanan. Mmm... Sepertinya bukan hanya itu. Tapi, ada satu yang memang terkadang menjadi faktor kevakuman seorang blogger. Jenuh, malas, dan kekurangan ide untuk berinteraksi dengan pembaca. Yah, saya merasakan hal itu. Tapi, benar kata salah satu pemantik webinar yang beberapa waktu lalu saya ikuti yang kebetulan membahas mengenai minat membaca dan menulis. Silahkan baca Meningkatkan Minat Membaca Dan Menulis by Kartunet.com.


Terkait permasalahan kurangnya ide untuk dijadikan bahan menulis, pemateri saat itu menjelaskan bahwa segala hal yang terjadi disekitar sebenarnya bisa menjadi bahan tulisan. Mulai dari hal kecil tapi jika dikembangkan dengan baik maka akan menjadi tulisan yang menarik. Selama kita membuatnya sesuai dengan kaidah penulisan yang baik. Saya pun sepakat dengan hal tersebut. Karena inti tulisan tidaklah lepas dari bagaimana cara kita menyajikan cerita itu.


Dari diskusi daring tersebut juga, saya memahami bahwa kejenuhan, kemalasan dan kekurangan ide menulis bisa dialami oleh semua orang. Bahkan untuk penulis profional sekalipun. Nah, untuk yang satu ini, saya merasa belum pas untuk memastikan hal apa yang harus dilakukan untuk mengusir rasa jenuh dan malas seperti itu. Tapi, yang saya bisa katakan ialah, cobalah untuk mempelajari dan melakukan hal baru. Niscaya kamu akan merasa mempunyai beragam pola dan ide baru pula. Contohnya untuk beberapa kegiatan webinar kemarin saya memberanikan untuk mengajukan permohonan untuk mempublikasikan dan membuat reportase dari kegiatan tersebut. Sempat juga saya mengadakan tanya jawab bersama narasumber terkait isu-isu tertentu lalu mendokumentasikannya dalam bentuk reportase. Silahkan baca Tips Hidup Sehat Di Masa Pandemi dan Mengupas Belajar Daring Bagi Anak.


Kesimpulan


Yah, dari semua apa yang sudah saya lalui terkait dengan eksistensi blogger :D , saya kemudian menyimpulkan bahwa pencapaian kamu di dunia blogging tergantung keseriusan dan ketekunanmu. Jika ingin meraup keuntungan, yah targetkan pembaca dan buat konten yang sesuai produkmu. Pelajari pula etika menulis kreatif dan tingkatkan kemampuan "content writingmu".


Setelah saya kehilangan blog saya tercinta www.coretandifabel.com yang sebenarnya sudah berpotensi memanenkan dollar untuk saya, saya pun kembali mengevaluasi dan merefleksi apa yang kemarin saya lewatkan. Dan akhirnya blog ini hadir sebagai representasi kelanjutan dari coretan difabel. Di blog kali ini saya lebih menekankan konten ketimbang desain. Artinya untuk urusan desain saya serahkan ke pihak ketiga saja. Saya lebih fokus ke kategori pembahasan yang akan saya bawakan dalam blog ini. Dan silahkan kamu bisa menuju ke arah widget atau menu navigasi. Di sana berbagai rubrik yang telah saya susun dari awal dan sesuai dengan konsep Coretan Partisipatif tentunya.


Walaupun masih banyak kekurangan, tapi saya yakin akan bisa lebih progresif lagi. Jadi, untuk yang terakhir dari tulisan saya kali ini, belajarlah tentang sesuatu yang baru, dan sampaikanlah jika kamu merasa hal itu pantas untuk disampaikan. Dan yang tidak kalah pentingnya juga, kreatifitas itu amat mahal. So, why not? Ayo kerjakan hal baru sekaligus untuk mengusir kejenuhan dan kemalasan kamu. Dan jangan pernah takut untuk berkarya dan tampil di depan khalayak. Keep SPIRIT and Express Your Own Style...!


logoblog

Thanks for reading Rintangan Seorang Blogger Dalam Berekspresi Melalui Konten Kreatif

Previous
« Prev Post

No comments: